MUARA ENIM — Akses jalan pemakaman yang berlumpur saat musim hujan hingga minimnya fasilitas pendidikan anak usia dini menjadi keluhan utama yang disampaikan warga Desa Marga Mulya, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim. Aspirasi ini tumpah saat Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI menggelar reses Masa Sidang VI Tahun 2026, Rabu 8 Juli 2026.
Muhammad Candra, SH (PKB) selaku koordinator, didampingi H. Ahmad Palo, SE (PPP), Ismail Hairul Pala, SE (Demokrat), Mohd. Muaz Ar-Rifqy (PKS), Hj. Lury Elza Alex Noerdin, SH., M.Kn. (Golkar), dan Ganjar Iman, SH., MH. (NasDem).
Dalam dialog, Ketua RT 1, Rosidi, mengungkapkan kesulitan warga saat ada yang kemalangan. “Kalau musim hujan, kami kesusahan mengantar jenazah karena jalan ke pemakaman belum dicor. Kami minta ini diprioritaskan,” harapnya.
Keluhan lain datang dari sektor pendidikan. Delvi, seorang guru yayasan, mengeluhkan pengajuan bantuan tiga ruang kelas dan alat permainan yang tak kunjung terealisasi hanya karena status sekolahnya bukan negeri. Selain itu, Ketua PKK Henlen meminta pembangunan sumur bor, WC umum, tandon air, dan pemenuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara dari sektor ekonomi, Arianto dari Kelompok Tani Sri Unggul mengusulkan bantuan sapi pejantan unggul untuk meningkatkan produktivitas peternakan warga.
Mendengar rentetan keluhan tersebut, para legislator Dapil VI Sumsel tidak tinggal diam dan langsung memberikan jawaban konkret:
Koordinator Dapil VI, H. Muhammad Candra, meminta pihak desa segera menyusun proposal resmi agar proyek jalan cor pemakaman bisa langsung diproses melalui mekanisme anggaran. Sementara untuk bantuan sapi pejantan, Ganjar Iman meminta kelompok tani mencari bibit terbaik dan menjanjikan bantuan biaya pembibitannya.
Hj. Lury Elza Alex Noerdin dan Mohd. Muaz Ar-Rifqy. Secara spontan, Lury menyatakan siap membantu menggunakan dana pribadi untuk pengadaan alat permainan luar PAUD/TK Tunas Mulia dan perbaikan musala. Muaz Ar-Rifqy pun berkomitmen serupa untuk patungan menyelesaikan pembangunan musala desa.
Menanggapi permohonan Karang Taruna terkait program pemberdayaan, H. Ahmad Palo mengingatkan bahwa wilayah Marga Mulya berbatasan langsung dengan PT MHP. DPRD berjanji akan menekan pihak perusahaan agar menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka untuk pemuda setempat.
Usulan sumur bor dan WC umum langsung direspons positif oleh perwakilan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumsel yang hadir di lokasi, dan direncanakan segera direalisasikan.
Mengenai usulan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum menyentuh sekolah di desa tersebut, anggota dewan menjelaskan bahwa program ini merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) di pusat. Kendati demikian, DPRD Sumsel berkomitmen untuk membawa dan menyampaikan langsung aspirasi warga Marga Mulya ini saat melakukan audiensi dengan BGN dalam waktu dekat. (ADV)













