PINGINTAU.ID, LAHAT-Di antara riuh aktivitas pemilahan barang bekas dan risiko keselamatan yang mengintai setiap hari, sejumput kepastian dan rasa tenang kini hadir bagi para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gumay Talang, Kabupaten Lahat. Melalui aksi nyata Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) Kabupaten Lahat yang berkolaborasi dengan PT BPI dan Pemerintah Kabupaten Lahat, para pekerja sektor informal ini resmi menerima penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan.
Kegiatan yang berlangsung hangat di area TPA Gumay Talang tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat Dodi Nasoha, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lahat Mustofa, unsur Pemerintah Kecamatan Gumay Talang, serta jajaran Pemerintah Desa Sukarami.
Penyerahan jaminan sosial ini menjadi bukti pengakuan atas peran para pemulung yang setiap harinya bergulat dengan lingkungan kerja berisiko tinggi demi mengais rezeki dan menafkahi keluarga.
Wakil Ketua IPI Kabupaten Lahat sekaligus Inisiator Rumah Belajar Inspirasi Gumay Talang, Rizky Ardiyansyah Sholeh, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari ikhtiar panjang untuk menyentuh sisi kemanusiaan dan menghadirkan perlindungan nyata bagi mereka yang kerap terlupakan.
“Hari ini kita tidak hanya menyerahkan kartu, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan perhatian kepada saudara-saudara kita yang selama ini bekerja keras di TPA Gumay Talang. Mereka adalah pekerja yang sangat rentan terhadap risiko dalam menjalankan pekerjaannya,” tegas Rizky. Rabu 30 September 2026
Rizky menambahkan bahwa kehadiran IPI harus memberikan manfaat langsung yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari para pemulung. Ia juga mengapresiasi sinergi lintas sektor yang berhasil diwujudkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT BPI dan seluruh pihak yang telah mendukung. Ini membuktikan bahwa ketika pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan komunitas bergerak bersama, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” lanjutnya.
Dukungan penuh dari dunia usaha diwujudkan oleh PT BPI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Perwakilan CSR PT BPI, Tomi Sahara, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendampingi kelompok pekerja rentan di sekitar wilayah operasi mereka.
“Pemulung merupakan kelompok pekerja yang sangat rentan karena setiap hari berhadapan dengan lingkungan kerja dan risiko yang tidak ringan. Kami akan terus berupaya memberikan dukungan dan mengajak pihak-pihak lain untuk ikut berbuat baik. Arah perhatian kami salah satunya kepada para pemulung di sini,” ujar Tomi.
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Lahat atas kolaborasi aktif antara IPI Lahat, PT BPI, serta komunitas lokal yang telah pasang badan menghadirkan perlindungan sosial di lapangan.
Bagi masyarakat pemulung di TPA Gumay Talang, kartu BPJS Ketenagakerjaan yang kini berada di genggaman mereka bukan sekadar kartu identitas peserta program jaminan sosial. Kartu tersebut melambangkan rasa dihargai, wujud perlindungan saat musibah mengintai, serta simbol hadirnya kepedulian bersama.
Dari sudut TPA Gumay Talang, empati berhasil diwujudkan menjadi aksi nyata menabur ketenangan dan kepastian bagi mereka yang terus berjuang di tengah keterbatasan. (REL)













