Reses di Pasar I Muara Enim, DPRD Sumsel Dapil VI Kawal Isu Lingkungan hingga Kebutuhan Sosial Warga

​MUARA ENIM – Komitmen nyata untuk mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kembali ditunjukkan oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI. wakil rakyat ini turun langsung menyapa warga di Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim.

​Kehadiran para legislator ini disambut hangat dan antusias oleh warga setempat yang ingin menyampaikan berbagai keluh kesah serta harapan mereka demi kemajuan daerah.

​Aksi turun lapangan ini dipimpin langsung oleh Muhamad Candra (PKB) selaku koordinator reses, didampingi oleh anggota Dapil VI lainnya, yaitu Mohd Muaz Ar Rifqy (PKS), Ismail Hairul Pala (Demokrat), Ahmad Palo (PPP), Hj. Lury Eliza Alex Noerdin (Golkar), dan Ganjar Iman (NasDem).

​ Dari Speaker Aktif hingga Seragam Ibu-Ibu Posyandu. Ada momen menarik dan hangat di tengah jalannya reses. Sebagai bentuk kepedulian spontan dan nyata terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan, Anggota DPRD Sumsel Dapil VI menyerahkan bantuan berupa Speaker Aktif untuk warga Kelurahan Pasar I. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan warga, mulai dari rapat RT, pengajian, hingga acara gotong royong.

​Tidak hanya itu, suara kaum perempuan juga menggema dalam pertemuan tersebut. Perwakilan ibu-ibu kader Posyandu dengan penuh semangat menyampaikan aspirasi mereka. Mereka meminta dukungan berupa pengadaan seragam baru agar tampil lebih kompak, serta kelengkapan peralatan Posyandu demi mengoptimalkan pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat kelurahan.

​Aspirasi ini langsung direspons positif oleh para anggota dewan, yang berkomitmen untuk mengupayakan realisasinya.

​Selain kebutuhan sosial, warga Kelurahan Pasar I juga menitipkan sejumlah isu krusial yang berdampak langsung pada kualitas hidup sehari-hari. Beberapa poin utama yang disampaikan warga meliputi:

​Dampak Lingkungan: Warga mendesak adanya penanganan serius terhadap masalah debu akibat aktivitas angkutan batu bara, serta meminta tindakan tegas bagi kendaraan angkutan tanpa izin yang melintas di jalan negara.

​ Warga mengusulkan penyediaan mesin pembangkit listrik mandiri (genset) bagi PDAM agar distribusi air bersih tidak terhenti saat listrik padam.

​ Perbaikan Jalan SP Keur, revitalisasi lapangan olahraga agar bisa digunakan untuk upacara, hingga insentif bagi RT dan seragam untuk Karang Taruna serta Koperasi.

Koordinator Reses Dapil VI, Muhamad Candra, menegaskan bahwa kepentingan masyarakat prioritas utama di atas segalanya.

​”Kami wakil rakyat, bukan wakil partai. Terkait PDAM, kami akan dorong agar mereka memiliki mesin listrik sendiri agar pelayanan air tidak macet. Mengenai debu dan dampak lingkungan, kami segera berkoordinasi dengan PT KAI dan perusahaan batu bara untuk mencari solusi konkret, apakah dengan penutupan terpal yang lebih rapat atau pengaturan tonase,” tegas Candra.

​Senada dengan itu, Hj. Lury Eliza Alex Noerdin memastikan bahwa seluruh usulan terkait sarana dan prasarana fisik maupun sosial akan segera disalurkan ke komisi-komisi terkait di DPRD Sumsel.

​”Semua usulan warga telah kami catat dengan baik. Kami akan kawal dan sampaikan ini kepada mitra kerja komisi di DPRD Sumsel agar segera ditindaklanjuti,” (ADV)​