MUARA ENIM — Masa reses menjadi momen bagi warga untuk menumpahkan keluh kesah langsung ke wakil rakyatnya. Hal ini terlihat jelas saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI menggelar silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi di Desa Marga Mulya, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, Rabu 8 Juli 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Reses Masa Sidang VI Tahun 2026 (berlangsung 3–10 Juli 2026) ini dihadiri langsung oleh tim Dapil VI. Dipimpin oleh H. Muhammad Candra, SH (PKB) selaku koordinator, ia didampingi oleh H. Ahmad Palo, SE (PPP), Ismail Hairul Pala, SE (Demokrat), Mohd. Muaz Ar-Rifqy (PKS), Hj. Lury Elza Alex Noerdin, SH., M.Kn. (Golkar), dan Ganjar Iman, SH., MH. (NasDem).
Dalam sesi dialog, warga Desa Marga Mulya bergantian menyampaikan berbagai usulan, mulai dari urusan fasilitas pemakaman hingga urusan perut dan pertanian.
Rosidi, Ketua RT 1, mengeluhkan akses jalan menuju area pemakaman yang hancur. “Saat musim hujan, warga sangat kesulitan mengakses pemakaman ketika ada yang meninggal dunia. Kami minta dibangun jalan cor,” usulnya.
Di sektor pendidikan dan sosial, Susilawati (Kepala PAUD/TK Tunas Mulia) dan Henlen (Ketua PKK) kompak meminta bantuan alat permainan luar untuk anak-anak, pembangunan sumur bor, WC umum, tandon air, penambahan ruang belajar, hingga penyelesaian pembangunan musala.
Keluhan spesifik juga datang dari Delvi, seorang guru sekolah yayasan. Ia mengaku sudah berkali-kali mengajukan bantuan ruang kelas, namun selalu terbentur status sekolah yang dikelola yayasan bukan negeri.
Sementara dari sektor kepemudaan dan pertanian, Karang Taruna meminta program pemberdayaan, dan Arianto dari Kelompok Tani Sri Unggul meminta bantuan sapi pejantan unggul beserta alat pengangkut kotoran ternak.
Mendengar rentetan aspirasi tersebut, para legislator Dapil VI Sumsel langsung memberikan jawaban taktis
Akses Jalan & Musala: Koordinator Dapil VI, H. Muhammad Candra, meminta pemerintah desa segera menyiapkan proposal resmi agar jalan cor pemakaman bisa diproses. Terkait musala, ia akan merembukkannya bersama anggota dewan lain.
Spontanitas luar biasa ditunjukkan oleh Hj. Lury Elza Alex Noerdin dan Mohd. Muaz Ar-Rifqy. Lury menyatakan siap membantu secara pribadi untuk pengadaan alat permainan luar PAUD/TK serta perbaikan musala. Senada, Muaz Ar-Rifqy juga siap patungan dari dana pribadi demi berdirinya musala desa.
Ganjar Iman meminta Kelompok Tani Sri Unggul segera mencari bibit sapi yang pas. “Biaya pembibitannya nanti akan dibantu agar kualitas ternak masyarakat di sini meningkat,” ujar Ganjar.
Menjawab kebutuhan Karang Taruna, H. Ahmad Palo mengingatkan bahwa Desa Marga Mulya berbatasan langsung dengan PT MHP. Ia meminta pemuda membuat proposal agar DPRD bisa mendorong perusahaan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka ke desa tersebut.
Usulan sumur bor dan WC umum langsung mendapat lampu hijau dari perwakilan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumsel yang ikut hadir dan berjanji akan segera merealisasikannya sesuai mekanisme
Sementara untuk usulan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat ditanyakan warga, anggota dewan menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan ranah Badan Gizi Nasional (BGN) pusat. Namun, DPRD Sumsel berjanji akan membawa suara warga Marga Mulya ini saat melakukan audiensi dengan BGN pusat nanti. (ADV)













