Sumsel  

Pingin Lihat Anak Bertanding,Saking Semangatnya Emak-emak Nekat Panjat Pagar Stadion, Ngakunya Juga Ada Rasa Kecewa, Karena Nggak Bisa Masuk

Pingintau.id – Karena kecewa tidak bisa masuk kedalam stadion Sekundang Bara untuk menyaksikan anaknya bertanding, seorang emak emak nekat memanjat pagar pembatas agar bisa masuk kedalam Stadion. Bukan hanya dirinya, sang suami dan anak lainnya juga ikut memanjat dan masuk melalui pagar pembatas yang rusak.

Dari pantauan dilapangan, samg ibu yang sudah datang sejak pgi untuk menyksikan anaknya bertanding harus kecewa. Dia dan suminya tidak diperbolehlan oleh petugas jaga untuk masuk ke dalam stadion. Petugas mengatakan, bahwa yang bisa mauk hanya peserta, official dan panitia, selebihnya tidak bisa.

“Aku sudah jauh jauh. La dari tadi nunggui. Ruponyo dak biso masuk. Kami ne nak liat anak kami maen. Men cak ini, kecewa kami ne,” ujar Rohman suami sang ibu yang merupakan warga Tanjung Raman, saat dibincangi wartawan.

Bukan hanya ibu dan suami serta anaknya saja yang tidak bisa menyaksikn pertandingan. Banyak juga penonton lainnya yang berasa dari berbagai wilayah di Muara Enim yang sengaja datang namun kecewa tidak bisa masuk untuk menyaksikan pertandingan.

Mereka datang menggunakan kendaraan pribadi, bahkan ada yang semgaja menyewa kendaraan umum untuk samapai ke stadion guna menyaksikan pertandingan.

Karena keinginan yang kuat, akhirmya para penonton yang didominasi oleh anak muda ini, nekat memanjat pagar yang terkunci atau msuk melalui celh pgar yang rusak agar bisa mauk ke stadion.

Namun sayngnya, setelah berada di di dalam stadion, para penonton tadi, disuruh kembli keluar melalui akses mereka masuk tadi. Panitia yang terdiri dari pihk keamanan yakni TNI dan Polri, memberikan peringatan kepada mereka agar tertib keluar satu persatu.

Dari pantauan dilapangan, kondisi di dalam stadion memang lengang. Kurai penonton banyak kosong, sedangkan peserta maupun panitia dan official berada di bginnbwah stdion atau lapangan. Sangat disayangkan, hiburan yang bisa membuat warg senang malah tidal bisa dinikmati oleh masyarakat.[***]

 

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *