Sumsel  

Bisa Jadi Contoh Milanium, Bertanam Itu Gak Perlu Punya Lahan Yang Luas, Tapi Lihatlah Di Demplot Ketahanan Pangan Pertanian Kodim 0406 Lubuklinggau Ini, Gubernur Singgah, Saking Pedenya Sebut Kian Mantapkan Sumsel Jadi Daerah Mandiri Pangan, Begini Wejangannya…

Pingintau.id – Hal berbau pertanian memang selalu sukses menyita perhatian Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Saat kunker ke Kota Lubuklinggau, Sabtu (25/9) misalnya, meski tak masuk dalam agenda kunkernya hari itu, Herman Deru tetap bersemangat saat diajak panen jagung oleh Komandan Kodim 0406 Lubuklinggau Letkol Inf Erwinsyah Taufan.

Didampingi Walikota Lubuklinggau, Prana Putra Sohe, HD dan Dandim 0406, panen jagung, mencacah pakan ternak, memberi makan ikan hingga menabur benih ikan baung di demplot ketahanan pangan pertanian Kodim 0406 Lubuklinggau.

Meski cuaca siang itu cukup terik tak menyurutkan semangat rombongan ini memetik jagung yang sudah menguning.

Gubernur mengatakan apa yang dicontohkan Kodim 0406 Lubuklinggau ini dapat dijadikan panutan oleh para petani dan masyarakat sekitar karena kemandiriannya.

“Dulu saya ikut menabur bibit jagung disini sekalian memanen cabai. Tapi rupanya berhasil bahkan bisa menjadi panutan,” ujarnya.

Dia sangat mengapresiasi pola bertani yang dicontohkan, dimana budidaya jagung dilakukan dengan begitu mandiri dan terintegrasi.

Menurutnya pola ini sangat baik dicontoh karena  budidaya dapat dilakukan sendiri, begitupun pupuknya dibuat sendiri dan pakan ternak juga dihasilkan sendiri.

“Kita tidak melihat ini skala besar atau kecil tapi ini sangat baik apalagi menjadi contoh bagi milenial,” jelasnya.

Jika ini dikelola dengan serius upaya ini akan semakin memantapkan Sumsel sebagai daerah mandiri pangan. Apalagi jika hal ini didukung  oleh perbankan dan keterlibatan organisasi kewanitaan seperti TP PKK atau Persit, karang taruna dan lainnya.

Dalam kesempatan itu HD tak hanya panen jagung. Namun Ia juga sempat berinteraksi dengan para siswa SDIT Mutiara Cendikia yang tengah melakukan kunjungan dan belajar ke demplot tersebut.

Menurutnya para siswa tidak boleh sungkan untuk terjun langasung ke lapangan melihat proses pertanian atau praktek. Dan pihak sekolah pun harus mulai membiasakan hal ini sehingga anak-anak tidak hanya menerima pelajaran secara teori saja tapi juga praktek langsung agar hasilnya lebih maksimal.

“Bagus sekali kegiatannya dan patut kota apresiasi. Semoga aksi nyata ini dapat menjadi  bekal anak-anak,” tutupnya.(***)

 

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *