Sumsel  

BI & Pemkot Palembang Bahas Beragam Hal Soal Perekonomian yang Bisa Nyentuh Masyarakat, Tapi Ini Kayaknya yang Menarik Soal Warung Tani yang Bakal Di Sosialisasikan kepada Warga Palembang

Pingintau.id – Kondisi perubahan zona Covid-19 yang ada di kota Palembang nampaknya tidak berpengaruh pada persentase inflasi di Kota Palembang.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Hari Widodo dalam Rapat High Level Meeting “Strategi Unggulan Pengendalian Inflasi/Deflasi di Kota Palembang” bersama Pemerintah kota Palembang bersama.”Tadi kami membahas beberapa isue, pertama terkait pengendalian inflase Daerah di Kota Palembang yang Alhamdulillah memang  kita masih dalam rentan angka inflase yang terkendali,” kata Hari, Selasa (5/9/2021).

“Kalau kita lihat, inflase kita 0,05 persen. Memang ini  mengalami inflasi setelah beberapa bulan sebelumnya kita mengalami deflasi, bulan lalu kita mengalami deflasi 0,04 persen, jadi inflasi tipis dan sekarang juga inflasi tipis,” tambahnya.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa juga menjelaskan, selain pembahasan inflasi ataupun deflasi, Pemerintah Kota Palembang juga lakukan pembahasan terkait perencanaan MoU bersama Bank Indonesia (BI) yang berkaitan dengan strategi pengendalian ekonomi, khususnya di bidang sektor pertanian, sektor perdagangan dan soal pasar.

“Pertama, berkaitan secara teknik akan kita buat MoU. Yang kedua berkaitan dengan sosialisasi ke masyarakat, khususnya persoalan-persoalan yang bisa menyentuh pelayanan langsung ke masyarakat,” ungkap Ratu Dewa.

ASN tertinggi di Kota Palembang itu juga memaparkan, terkait pelayanan langsung ke masyarakat, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi melalui gerakan ke setiap rumah penduduk tentang beragam jenis tanaman melalui warung tani dengan lokasi-lokasi yang ditagetkan yakni Kecamatan Kertapati, Seberang Ulu Satu, serta Kecamatan Seberang Ulu Dua.

“Data detailnya nanti kita gunakan data dari statistik. Sentuhan ini utamanya tanaman sayur dalam pot ataupun tanaman obat-obatan dalam pot. Ini yang akan dibackup oleh Bank Indonesia, tadi sudah kita bahas bersama dan dalam waktu dekat akan dilakukan MoU secara tertulis,” paparnya.[***]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *