PINGINTAU.ID, KOTA BIMA – Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE., menerima audiensi dan silaturahmi Pengurus Forum Umat Islam (FUI) Kota Bima di ruang kerja Wali Kota, Selasa 13 Oktober 2026. Pertemuan membahas berbagai persoalan sosial kemasyarakatan sekaligus memperkuat sinergi Pemkot dan tokoh agama lewat gagasan Gerakan Kembali Mbojo Ma Ntoi.
Dalam audiensi tersebut, Wali Kota didampingi oleh Plt. Asisten I Setda Kota Bima dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Bima.
Ketua FUI Kota Bima, Asikin bin Mansyur, menyampaikan bahwa audiensi bertujuan membicarakan kemaslahatan masyarakat Kota Bima, khususnya menyoroti penurunan dekadensi moral, pergeseran adab, hingga maraknya penyakit sosial seperti kenakalan remaja, narkoba, judi, miras, tawuran, dan bullying.
“Kondisi ini membutuhkan kepedulian bersama. Oleh karena itu, FUI menggagas Gerakan Kembali Mbojo Ma Ntoi untuk memperbaiki tatanan kehidupan beragama, sosial, serta moral umat dengan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur masyarakat Bima masa lampau,” ujar Asikin.
Sejumlah poin penting turut diusulkan FUI Bima kepada Pemkot Bima, antara lain :
- Penegakan Perda & Surat Edaran: Mendorong efektivitas Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang Lambang dan Motto Daerah, serta tindak lanjut SE Wali Kota Bima Nomor 100.34/1201/V/2025 tentang Upaya Memperbaiki Tatanan Kehidupan Beragama dan Moral Umat.
- Pelestarian Maja Labo Dahu: Menghidupkan filosofi kearifan lokal Bima dan tradisi warisan Mahkamah Syariat untuk mendukung terwujudnya Kota Bima BISA.
- Mewujudkan pilot project kawasan kelurahan yang bebas dari penyakit sosial dan kenakalan remaja.
- Melibatkan bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial untuk pembentukan karakter masyarakat yang harmonis.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian dan kontribusi FUI dalam mengawal tatanan moral masyarakat.
Ia langsung memberikan instruksi tegas kepada jajarannya agar aspirasi dan konsep gerakan tersebut tidak berhenti di atas kertas.
“Saya menginstruksikan kepada Plt. Asisten I agar aspirasi ini segera ditindaklanjuti. Saya berharap ada langkah konkret dan terukur, sehingga Gerakan Kembali Mbojo Ma Ntoi tidak hanya menjadi sebuah gagasan, tetapi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kota Bima,” tegas Wali Kota.
Audiensi diharapkan menjadi pijakan awal terbangunnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, FUI, tokoh agama, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas serta kelestarian budaya berakhlak di Kota Bima. (Suhairy)












