LTA Singapura menatap masa depan dengan teknologi manajemen armada berbasis awan dari Trapeze Group

Pingintau.id, SINGAPURA, May 10, 2024 (GLOBE NEWSWIRE) —  Layanan transportasi umum ternama dunia yang dihadirkan oleh Otoritas Transportasi Darat (Land Transport Authority -LTA) Singapura akan didukung oleh Sistem Manajemen Armada Bus (Bus Fleet Management System -BFMS) berbasis awan yang dioperasikan oleh konsorsium Trapeze Group-ST Engineering.

Konsorsium ini berhasil mengimplementasikan Sistem Manajemen Armada Terpusat yang mendukung armada bus Singapura sejak 2014 dan saat ini mengawasi sekitar 5.800 unit bus di empat operator transportasi umum. Di bawah perjanjian baru, konsorsium ini bersiap bertransisi ke dalam solusi waralaba generasi baru. Perangkat lunak manajemen armada dan perangkat keras di kendaraan terbaru dari Trapeze memungkinkan LTA dan operator mereka terus menghadirkan perjalanan yang terhubung dan dapat diandalkan bagi warga dan wisatawan Singapura.

Frank Hesse, Direktur Pelaksana Trapeze Group untuk wilayah ASEAN mengatakan bahwa pengalaman Trapeze sebagai penyedia teknologi ITS mapan untuk LTA dapat melancarkan implementasi Sistem Manajemen Armada Bus.

“Saya gembira LTA dapat terus menjalin hubungan jangka panjang dengan konsorsium Trapeze Group-ST Engineering, yang menyokong pengalaman transportasi umum yang luar biasa bagi warga atau wisatawan Singapura,” kata Tn Hesse.

“Trapeze bangga akan layanan dan keahlian tingkat tinggi yang diberikan untuk LTA selama sepuluh tahun terakhir dan saya nantikan keberhasilan bersama lainnya di tahun-tahun mendatang saat kami bantu LTA Singapura mewujudkan visi 2040-nya.”

Sistem Transportasi Pintar (Intelligent Transport System – ITS) dari Trapeze, dibangun dari arsitektur perangkat lunak berbasis awan real-time dengan front-end WebGUI baru dan API terbuka. Dengan mentransfer sistem LTA ke Awan Komersial Pemerintah, solusi Trapeze dapat meningkatkan produktivitas pengontrol layanan bus sembari mempertahankan keamanan siber tingkat tinggi.

Sistem Trapeze yang baru ini menggunakan fungsi analitik tingkat lanjut untuk secara berkesinambungan mengoptimalkan model dan membuat prediksi waktu kedatangan bus lebih akurat. Solusi Kecerdasan Bisnis dari Trapeze juga memungkinkan pengguna bisnis membuat laporan tentang pencapaian utama secara lebih fleksibel dan dinamis.

Sistem di kendaraan generasi baru ini, yang disertifikasi sesuai spesifikasi ITxPT ternama industri, dijadwalkan akan dipasang di semua bus di seluruh jaringan di Singapura. Perangkat keras inovatif ini, yang dijalankan di platform Linux OS, menjadi standar baru dalam memproses daya, laju transmisi data, dan keakuratan lokasi untuk LTA. Terpenting, ini semua meningkatkan interoperabilitas di antara semua sistem di dalam kendaraan, dengan menunjukkan komitmen LTA terhadap layanan bus yang progresif dan siap menghadapi masa depan.

Solusi ini juga mendukung peluncuran perdana armada bus listrik yang ada di Singapura dengan pemantauan aset kendaraan listrik melalui integrasi tanpa batas dengan teknologi on-board dan platfrom infrastruktur pengisian daya.

Untuk mengetahui selengkapnya tentang rangkaian teknologi ITS dari Trapeze Group, kunjungi situs web kami di sini atau hubungi tim kami untuk memulai percakapan.[***]/ril