Ragam  

Bupati Muara Enim Support BAITUL MAAL IKAB Palembang Rp30Juta

PINGINTAU, SUMSEL- Haji Edison, SH, M.Hum, Bupati Muara Enim menyupport BAITUL MAAL IKAB PALEMBANG dengan uang Rp 30 juta untuk dipinjamkan kepada warga Palembang yang berasal dari Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat tanpa bunga, tanpa riba dan tanpa agunan.

Selain untuk Baitul Maal, Edison yang juga Penasehat Ikatan Keluarga Agam dan Bukittinggi (IKAB) Palembang ini menyerahkan dana Rp.20juta untuk biaya pembangunan masjid IKAB Daarul Mukhlishin di Tegal Binangun, Kelurahan Jakabaring Selatan, serta ikut berqurban dengan seekor sapi.

“Alhamdulillah. Kami pengurus IKAB Palembang dan semua unit kegiatan di bawah IKAB bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Pak Edison dan keluarga yang telah menafkahkan sebagian hartanya sesuai perintah Allah. Moga berkah dan Pak Edison makin sukses memimpin dan memakmurkan rakyat Muara Enim,” kata Ir. Reflin Arda, MAP, M.Si, Ketua Umum IKAB Palembang kepada wartawan, Ahad 26 April 2026.

Reflin yang juga Wakil Ketua Dewan Penasehat BMKM Sumsel menjelaskan, Edison yang berstatus Rang Sumando, karena beristrikan Heni Pertiwi, asal Batu Kambing Lubuk Basung menyampaikan kewajiban support Baitul Maal, pembangunan masjid dan qurban itu saat menerima dia bersama penasehat dan pengurus IKAB Palembang di rumahnya di Palembang, Ahad (19/4/2026) yang lalu. Waktu itu yang hadir Sekretaris Umum IKAB Palembang, Afdhal Azmi Jambak, SH, notaris Awal Wirman, SH dan dua penasehat IKAB Palembang, Drs. H. Asnal Olon dan H. Fanani Kamal.

“Ambo (Saya) support IKAB Palembang. Ambo tertarik dengan Baitul Maal IKAB Palembang, itu program bagus. Saya serahkan Rp30juta untuk Baitul Maal, Rp 20 juta untuk pembangunan masjid dan seekor sapi untuk qurban Idul Adha tahun ini,” kata Edison dalam pertemuan penuh kekeluargaan tersebut.

Edison yang mantan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang ini mengatakan dia merupakan bagian dari IKAB Palembang dan selalu mendukung dan membesarkan IKAB Palembang sejak lama.

Dulu, katanya, mertuanya Drs. H. Noer Indones (alm) adalah salah satu pendiri IKAB Palembang, dan salah satu tokoh Urang Awak yang aktif menjadi pengurus di Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Sumsel.

“Saya support IKAB Palembang. Teruslah lakukan kegiatan bermanfaat bagi warga masyarakat di Palembang terutama yang berasal dari Kabupaten Agam dan Kota Palembang. Untuk Baitul Maal itu, saya setuju prioritaskan kepada warga IKAB,” kata suami dari Heni Pertiwi, SPd ini.

Sementara itu, Afdhal Azmi Jambak, SH yang ditunjuk sebagai Ketua Baitul Maal IKAB Palembang dengan Bendahara, Niko Martin, ST dan pengarah, Drs. H. Nofri Dalimunthe, Ir. H. Andris K Tamin dan Buya DR Arisandi, LC menyampaikan kepada Edison bahwa Baitul Maal IKAB Palembang sudah menghimpun dana dari beberapa tokoh dan warga IKAB. Antara lain ada yang menyerahkan infaq, sedekah sebesar Rp 15 juta, dari Ir. Andris K Tamin meminjamkan Rp 25 juta, Reflin Arda Rp 2 juta, Niko Martin Rp 1 juta dan Nofri Dalimunthe Rp 1 juta. Total dana yang dihimpun pada pertemuan pertama Rp 45 juta.

Pembentukan Baitul Maal ini sudah dibicarakan dengan ulama, ninik mamak, cerdik pandai dan bundo kanduang serta para pemuda-pemudi IKAB Palemvang. Selain itu, pengurus melaksanakan saran dari H. Alfiadi (H. Edi) penasehat yang juga Rang Sumando dengan meminta pendapat ulama asal Minangkabau di luar IKAB. “Alhamdulillah, kita sudah undang dan mohon arahan Buya H. Nofrizal Nawawi, LC asal Tanah Datar yang mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Selatan dua periode dan ustadz Drs. H. Azra’i Amran Malin Mudo, ulama asal Kabupaten Dharmasraya, Sumbar. Kedua ulama tersebut support dan bersedia menjadi Penasehat Baitul Maal IKAB Palembang,” papar Afdhal alumni MAN Koto Baru Padang Panjang ini.

Dari jumlah Rp45juta tersebut, sudah disalurkan kepada 9 warga IKAB yang memerlukan. Mereka yang meminjam itu untuk perpanjangan kontrak tempat usaha, untuk modal usaha dan lain sebagainya. Ada di antara mereka sebelumnya minjam uang riba dari rentenir dengan bunga tinggi, 20 persen selama 40 hari.

“Pinjaman diberikan bervariasi dari Rp 3.000.000 sampai Rp 5.000.000. Kita mendoakan dengan meminjam uang tanpa riba, tanpa bunga, tanpa biaya administrasi dan waktu pelunasan disesuaikan kemampuan yang meminjam, insya Allah usaha saudara-saudara kita itu diberkahi Allah. Pada gilirannya mereka kelak meminjamkan uangnya untuk saudara-saudara yang lain,” kata salah satu penasehat BMKM Sumsel ini.

Afdhal yang berprofesi sebagai wartawan dan advokat tersebut menambahkan pengarah dan pengurus Baitul Maal IKAB Palembang sudah menemui sejumlah tokoh IKAB dan BMKM Sumsel. Antara lain pengusaha transportasi, akademisi dan pengusaha kuliner.

“Kita yakin Allah akan mudahkan kerja ini. Selain para tokoh pengusaha, pejabat dan lain sebagainya, kita juga akan ajak warga IKAB umumnya untuk beribadah berjamaah. Meminjamkan uangnya ke Baitul Maal selama tiga tahun tanpa mengharap riba. Kita tangguk rapat. Bila ada yang mau Rp 1 juta, 500 ribu, 200 ribu atau bahkan Rp 50 ribu, kita terima. Syaratnya, uang itu akan dikembalikan tiga tahun kemudian. Jika yang bersangkutan perlu uang dan mau pinjam, maka Baitul Maal akan pinjamkan sesuai mekanisme yang sudah ditetapkan. Yang perlu diingat, warga yang tidak ikut minjamkan uang ke Baitul Maal tetapi membutuhkan dan mau pinjam, insya Allah kita pinjamkan,” paparnya.

Sementara itu Drs. H. Nofri Dalimunthe, pengarah Baitul Maal mengatakan ada banyak orang (tokoh) yang tertarik dan insya Allah akan mensupport Baitul Maal IKAB Palembang ini. Baik di Palembang maupun di luar daerah.

”Pengurus lakukan sosialisasi dan sampaikan surat proposal resmi,” katanya.

IKAB Palembang adalah salah satu anggota resmi Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Sumsel, bahkan merupakan salah satu pendiri paguyuban tersebut. Pengurus dan bersama anggota IKAB sudah membangun masjid IKAB Daarul Mukhlishin dan melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi anggota dan urang banyak.

“Insya Allah kita laksanakan ibadah fastabiqul khairat selalu. Lillahi ta’ala,” tambah Prof. Dr. Chairil Anwar, Ketua Dewan Pembina IKAB Palembang. (Rel/Afd)