Pingintau.id – Hangat, akrab, dan penuh kenangan. Itulah suasana yang terasa saat ribuan alumni memadati Gedung Serba Guna milik PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim, Selasa (24/3).
Momentum Halalbihalal akbar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA Negeri 1 Muara Enim ini menjadi ajang temu kangen lintas generasi yang sarat makna, sekaligus mempertegas kuatnya ikatan emosional antaralumni.
Semarak acara kian terasa dengan alunan musik enerjik dari Bara Band PTBA yang menghidupkan suasana sejak awal hingga akhir kegiatan.
Namun lebih dari sekadar hiburan, pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan kembali kenangan lama dalam balutan kebersamaan yang hangat.
Kehadiran Bupati Muara Enim, Edison, bersama istri, menambah nuansa kehormatan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa alumni merupakan kekuatan strategis yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Sinergi lintas angkatan, menurutnya, menjadi kunci dalam menciptakan kontribusi nyata bagi kemajuan Muara Enim.
Tak hanya itu, figur nasional yang juga alumni kebanggaan sekolah, Edi Prabowo, turut hadir dan membaur tanpa sekat. Kehadirannya menjadi simbol bahwa jejaring alumni mampu melahirkan tokoh-tokoh besar yang tetap menjunjung tinggi akar kebersamaan.
Sorotan utama tertuju pada soliditas Alumni angkatan 1994.
Dedi Suryanto Fuadi, yang kini menjabat sebagai Kasat Pol PP Muara Enim sekaligus Wakil Ketua Umum IKA, menyebut angkatannya tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial. “Alumni 94 bukan sekadar nama, tapi gerakan nyata,” ujarnya, merujuk pada aksi berbagi di bulan Ramadhan yang mereka lakukan.
Hal senada diungkapkan Kandar Budison, Kepala Dinas Pariwisata Muara Enim. Baginya, momen ini bukan sekadar reuni, melainkan perjalanan emosional yang menghidupkan kembali memori masa putih abu-abu. “Seolah waktu berhenti, semua kenangan kembali hadir,” katanya, disambut tawa hangat rekan-rekannya.

Di sisi lain, Ketua Alumni 94, Ir. H. Sony Oktapriandi, M.Kom., dalam wawancara daring menyampaikan bahwa kunci kekuatan angkatannya terletak pada rasa kepedulian yang tak lekang oleh waktu. Sosok yang dikenal sebagai pakar cyber crime dan dosen di Politeknik Negeri Sriwijaya ini menegaskan bahwa tradisi saling mengunjungi, terutama di momen Idul Fitri, telah menjadi komitmen bersama untuk menjaga silaturahmi agar tidak sekadar menjadi seremonial belaka.
Menutup keterangannya, Sony menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran demi suksesnya acara mewah ini. Ia berharap Alumni 94 terus menunjukkan dedikasi dan kebersamaan dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Semoga ikatan ini terus abadi dalam balutan kebahagiaan tanpa memandang status sosial, sehingga tercipta komunikasi yang kuat demi kemajuan kita bersama,” (so26)















