Pingintau.id – Tiga puluh dua tahun telah berlalu sejak kelulusan, namun ikatan batin Alumni SMA Negeri 1 (SMANSA) Muara Enim Angkatan 1994 tetap terajut kuat. Memasuki bulan suci Ramadhan, angkatan ’94 kembali meneguhkan komitmen kebersamaan dengan aksi-aksi sosial yang menyentuh langsung hati dan kebutuhan sesama.
Rangkaian kegiatan diawali Sabtu (21/2/2026) dengan kunjungan kemanusiaan ke RS Muara Enim. Dipimpin koordinator Marpuah, para alumni membesuk ibunda rekan mereka, Ely Naro, yang tengah menjalani perawatan. Kehadiran rombongan tak sekadar memberi dukungan moril, tetapi juga menyalurkan santunan titipan dari alumni yang berhalangan hadir—sebuah pesan bahwa kebersamaan tak mengenal jarak.
Aksi solidaritas berlanjut pada Minggu (22/2/2026) di RS PTBA. Dipandu koordinator lapangan Dadang, suasana haru menyelimuti momen penyerahan bantuan kepada orang tua Abri Mayadi. Dengan suara penuh empati, Dadang menyampaikan harapan agar tanda kasih tersebut menjadi penguat semangat kesembuhan—doa yang diamini seluruh rekan alumni yang hadir.
Tak berhenti di rumah sakit, silaturahmi diteruskan ke kediaman Subardini di Tegal Rejo, Tanjung Enim. Bantuan sembako diserahkan sebagai wujud perhatian rutin antar-sesama. Tangis haru dan kebahagiaan menyambut kedatangan sahabat lama, menegaskan bahwa persahabatan yang dirawat dengan niat baik akan selalu menemukan jalannya.
Ketua Angkatan ’94, Ir. H. Sony Oktapriandi, S.Kom., M.Kom., membenarkan rangkaian kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa kepedulian adalah napas panjang angkatan ’94—bukan agenda sesaat. Sony yang juga Ketua Jurusan Manajemen Informatika Politeknik Negeri Sriwijaya serta tengah menempuh studi doktoral di Universitas Sriwijaya, menilai Ramadhan sebagai momentum terbaik memperkuat solidaritas dan memperbanyak amal nyata.
“Insya Allah, angkatan ’94 akan selalu hadir untuk sesama. Kami ingin terus merajut tali kasih—meski rindu kebersamaan tak pernah usai. Hanya Allah SWT yang membalas semua kebaikan kawan-kawan,” pungkas Sony.
Di usia pengabdian yang menapaki 32 tahun, Alumni SMANSA Muara Enim Angkatan 1994 membuktikan satu hal: persaudaraan yang dijaga dengan kepedulian akan selalu menemukan maknanya—terutama di bulan yang mengajarkan keikhlasan dan kasih sayang.s026 (Ril)














