Sumsel  

Posyandu Garda Terdepan di Setiap Pelosok Kota, Wawako Palembang Wacanakan Di Setiap RT Harus Ada

Pingintau.id -Prioritaskan pelayanan kesehatan bagi balita dan ibu hamil sampai lansia dalam memperoleh kesehatan sampai di pelosok kota Palembang, Warga Jl. Silaberanti Lorong. Aur Gading RT 27/ RW 07 Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring Palembang usulkan ke Wakil Walikota agar pelayanan kesehatan tersebut lebih aktif lagi.

Dalam kegiatan tersebut, Fitri mengatakan jika Posyandu merupakan garda terdepan bagi masyarakat guna mendapatkan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kecil, ibu hamil, balita serta lansia. Perlu kita ketahui disaat kondisi pandemi, pelayanan kesehatan terus dijalankan oleh Pemkot Palembang melalui Dinas kesehatan. Tentunya kegiatan ini kita lakukan dengan penerapan protokol kesehatan.

“Ya dimana saya berkunjung dan berdialog kepada masyarakat khususnya dipelosok kota, posyandu selalu menjadi permintaan masyarakat agar warga sekitar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Maka dari itu kami mohon kepada dinas terkait agar bekerja keras dalam melayani masyarakat. Dalam hal ini juga puskesmas harus lebih proaktif dalam melalukan monitor posyandu khususnya di Palembang,” katanya Jumat (24/9/2021) usai melihat kegiatan posyandu di kelurahan Silabranti.

Lanjutnya, tidak menginginkan terjadinya gizi buruk disuatu tempat lantaran kurangnya perhatian. Dia menegaskan jika Posyandu harus melakukan monitor dimana mereka berada. Bantuan yang harus mereka berikan seperti obat-obatan. Jadi diharapkan sekali pelayanan posyandu ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kedepan kita akan merencanakan pelayanan posyandu ini di tiap RT itu harus ada, khusunya kawasan pelosok kata karena pelayanan ini merupakan garda terdepan masyarakat kecil memperoleh kesehatan. Jadi pelayan- pelayan kesehatan tetap kita laksanakan dan kita tetap Mengingatkan untuk kesehatan, bila setiap pasien  datang kita pastikan untuk memakai masker menjaga jarak. Sebagainya dan kita sudah hampir rampung mungkin sudah hampir mencapai 50% akan semakin banyak masyarakat yang sadar untuk mendapatkan pasien Insya Allah Kota Palembang akan lebih aman untuk kopi tapi tetap menekankan protokol kesehatan,”tutupnya.[***]

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *