Sumsel  

Pelaksanaan Rukyatul Hilal di Palembang: 1 Dzulhijjah 1445 H Diperkirakan Jatuh pada 8 Juni 2024

Pingintau.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, memimpin pelaksanaan rukyatul hilal atau pengamatan hilal di Helipad Hotel Aryaduta Palembang pada Jumat sore, 7 Juni 2024.

Pelaksanaan rukyatul hilal ini merupakan bagian penting dari penentuan awal bulan Dzulhijjah, yang kemudian akan berpengaruh pada penetapan Hari Raya Idul Adha 1445 H.

Dengan semangat dan dedikasi tinggi, tim pengamat berkumpul di lokasi pengamatan sejak sore hari. Syafitri Irwan menjelaskan bahwa matahari terbenam di Kota Palembang pada pukul 17:59:32 WIB.

Berdasarkan perhitungan yang teliti, ketinggian hilal pada sore itu berada di 9 derajat 16 menit 51 detik di atas ufuk mar’ie.

“Pada saat matahari terbenam, menurut hisab, hilal sudah ada di atas ufuk sehingga hilal kemungkinan dapat dirukyat. Namun di Kota Palembang, hilal tidak terlihat dikarenakan pengaruh cuaca,” jelas Syafitri dengan nada optimis.

Rukyatul hilal kali ini tidak hanya mengandalkan perhitungan astronomis, tetapi juga memenuhi kriteria Imkanurrukyah terbaru dari Mabims (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Berdasarkan kriteria tersebut, ketinggian hilal minimal adalah 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Dengan demikian, Syafitri menyatakan, “Tanggal 1 Dzulhijjah 1445 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024. Artinya, Hari Raya Idul Adha 1445 H jatuh pada hari Senin, 17 Juni 2024.”

Hasil dari pengamatan ini langsung dilaporkan kepada Kemenag RI untuk menjadi bahan penetapan tanggal 1 Dzulhijjah 1445 H melalui sidang itsbat.

Sidang itsbat ini adalah proses resmi yang menentukan awal bulan Dzulhijjah, dan hasilnya sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh Indonesia.

“Hasil rukyatul hilal sore ini langsung kita sampaikan kepada Kemenag RI c.q Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah di Jakarta untuk menjadi bahan penetapan tanggal 1 Dzulhijjah 1445 H melalui sidang itsbat.

Penetapan 1 Dzulhijjah yang ada hubungannya dengan Hari Raya Idul Adha tetap menunggu pengumuman Menteri Agama,” tegas Syafitri.

Pelaksanaan rukyatul hilal di Palembang ini turut dihadiri oleh berbagai pihak yang berkompeten di bidangnya.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Bidang Urusan Agama Islam Efriansyah, perwakilan dari Graha Teknologi Ayub Siregar, MUI Provinsi Sumatera Selatan, pengurus Yayasan Masjid Agung, perwakilan dari UIN Raden Fatah, serta berbagai media massa yang meliput jalannya acara.

Pengamatan hilal adalah salah satu proses yang melibatkan banyak aspek ilmiah dan keagamaan. Dalam proses ini, digunakan berbagai peralatan canggih untuk memastikan keakuratan pengamatan, meskipun tantangan cuaca kerap menjadi hambatan.

Namun demikian, kolaborasi dan sinergi antar lembaga serta dukungan teknologi modern menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan rukyatul hilal.

Proses pengamatan ini juga mencerminkan betapa pentingnya peran teknologi dan ilmu astronomi dalam kehidupan beragama umat Islam.

Dengan semakin majunya teknologi, diharapkan proses penetapan awal bulan hijriyah semakin akurat dan dapat diterima oleh seluruh umat Islam.

Semua pihak yang terlibat berharap bahwa hasil pengamatan ini dapat membantu memberikan kepastian dan ketenangan bagi umat Islam dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan keimanan umat dalam menjalankan syariat Islam.

Dengan segala persiapan dan pelaksanaan yang telah dilakukan, kini seluruh umat Islam menunggu hasil sidang itsbat yang akan diumumkan oleh Menteri Agama. Hasil ini tidak hanya menjadi penentu awal Dzulhijjah, tetapi juga momen penting untuk menyatukan umat Islam dalam merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh khidmat dan kebahagiaan.(***)