Pingintau.id – Bupati Banyuasin, Askolani menghadiri kunjungan kerja Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi dalam rangka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Provinsi Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Griya Agung, Palembang, belum lama ini.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Askolani didampingi Plt. Kadishub Banyuasin Ir. Zakirin, SP., MM., CGCAE, Kepala Bappeda Dr. dr. Rini Pratiwi, M.Kes., FISQua, Kadis PUPR Ir. H. M. Riyan Aditya Saputra, MT., IPM., ASEAN Eng., serta Plt. Kadis Kominfo-SP Hj. Ida Bahagia, SH., MM.
Pada forum koordinasi itu, Askolani menyoroti kondisi Jalan Nasional Palembang–Betung yang dinilai sangat mendesak untuk diperbaiki menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Ia menjelaskan, meningkatnya lalu lintas kendaraan berat seperti truk besar membuat kondisi jalan semakin rusak sekaligus memicu kemacetan yang cukup parah.
“Untuk itu saya mohon atensi Bapak Menteri Perhubungan agar membantu kami menyegerakan perbaikan jalan tersebut,” ujar Askolani.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar perbaikan Jalan Nasional Palembang–Betung dapat segera direalisasikan.
Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan berat juga akan diperketat melalui penimbangan muatan guna mencegah kerusakan jalan.
Menurut Dudy, potensi pergerakan masyarakat pada arus mudik Lebaran tahun ini cukup tinggi. Diperkirakan sekitar 3,87 juta orang atau meningkat 2,7 persen akan melakukan perjalanan di wilayah Sumatera Selatan.
“Hal ini menjadi perhatian kami di Kementerian Perhubungan. Terima kasih atas kerja sama semua pihak untuk memastikan kelancaran saudara-saudara kita yang akan mudik,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai moda transportasi seperti darat, laut, penyeberangan, udara, hingga kereta api telah disiapkan dengan kapasitas yang lebih besar guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru menyampaikan bahwa Sumatera Selatan memiliki jaringan jalan tol yang cukup panjang serta aktivitas perlintasan kereta api yang padat.
Oleh karena itu, percepatan pembangunan dan peningkatan infrastruktur transportasi sangat diperlukan.
“Untuk angkutan Lebaran 2026 diharapkan juga ada punishment bagi pelanggar yang merusak infrastruktur jalan,” tegas Herman Deru.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan transportasi di Sumatera Selatan, khususnya untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 sekaligus menjaga kualitas infrastruktur jalan di wilayah tersebut.(***)














