Sumsel  

Drs H. Umar Said  Katakan Sumbar Kirim Peserta  MUTU Terbanyak

PINGINTAU, PALEMBANG- Animo untuk mengikuti  acara Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat (MUTU) se pulau Sumatera . Sabtu-Ahad 24-25 Januari 2026 di Asrama Haji. Jalan Tanjung Api-api Palembang.

Provinsi Sumatera Barat  dan Lampung mengirim peserta terbanyak setelah tuan rumah Sumatera Selatan (Sumsel).

Sementara dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Riau, Jambi dan Bangka Belitung (Babel) masih ditunggu kehadirannya.

Ketua panitia pelaksana MUTU se-Sumatera, Drs. H. Umar Said didampingi Bidang Persidangan, ustad Ahmad Saleh, SPdI, MSI  menyebutkan Provinsi Sumatera Barat  (Sumbar)  mengirim peserta terbanyak sebanyak lima orang.

Dikatakan rombongan dari Ranah Minang tersebut berangkat setelah shalat Jumat dipimpin oleh Ustad Shabir Ahmad Damurdi, tokoh Majelis Permusyawaratan Umat Islam Indonesia (MPUII) Sumbar.

“sudah konfirmasi  kehadiran, ada empat orang dari Sumbar,  Alfian, SHI ,  Drs. Sondang Irwan, Edi Samian Mahmud  dan  Rinaldo, SH,”katanya.

Selanjutnya, Lampung merupakan provinsi pengirim peserta terbanyak kedua di luar tuan rumah dengan empat peserta dipimpin Ustadz Edi Azhari dengan tiga tokoh lainnya yakni; Ustadz Fery Salim, Fahrurozi dan Ulul Azmi.

Dari Sumatera Utara sudah terkonfirmasi yang akan hadir langsung antara lain Ustadz Mukhlis. Sementara dari Kepulauan Riau (Kepri) baru nama  Ustadz Andi R Framantdha yang akan datang. Peserta lainnya masih ditunggu. Sedangkan dari Bengkulu yang  sudah mendaftarkan diri adalah  Sardona.

Sedangkan dari Sumsel sendiri peserta adalah, Ustadz Drs. H. Umar Said, Sudirman Hamidi, SH, MH, ustad Ahmad Saleh, SPdI, MSI dan Afdhal Azmi Jambak, SH. Sementara dari Kota Palembang antara lain; Ustadz Fauzan, Gumanti, SPd.

Dari beberapa daerah kabupaten dan kota di Sumsel yang sudah menyatakan akan kesediaan hadir antara lain:  Fatmawati, Dina Tanjung,  Idmar wijaya,  M. Ilman,  Soleha,  Fenty Putri Bungsu,  Niam muflikhah,  Ari safari,  Juharmansyah,  Umar Husein,  Iman,  H. Abdul  Shobur,  Ratnawati, Komarudin,  Gusti M Ali (dari Kabupaten Ogan ilir),  Dr. Daryanto, Haidir (Banyuasin),   H. M.Nuh Muba,  H. Lukmanul Hakim (Kabupaten Musi Banyuasin),  Taufik (Muara enim),  Izul Muttaqin,  Syukri Soha,  Muhtadin,  Firdaus Hasbulah (Kabupaten PALI),  Ustad Drs. H. Azra’i Amran (Palembang), Chandra Gupta (Palembang),  Wardoyo (Banyuasin).

Panitia, kata Ahmad Saleh juga mengundang berbagai kalangan baik tokoh masyarakat, ulama, pemuda dan pelajar.

“Kita siapkan alokasi 100 peserta untuk kegiatan ini. Mudah-mudahan pada saat menjelang pembukaan, semua hadir dan ikut,” katanya.

Berbagai permasalahan akan dibahas dalam MUTU yang mengambil tema, “Memperkuat Peran Ulama  dan Tokoh Umat Untuk Memilih Pemimpin Bangsa  Yang Berilmu dan Berakhlak Mulia” bertujuan memperkuat dan meningkatkan peran ulama dan tokoh umat mewujudkan cita-cita dan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ustad Ahmad Saleh, bidang persidangan panitia pelaksana MUTU se-Sumatera bersama tokoh pusat MPUII antara lain : Prof Daniel Muhammad Rasyid, ustadz Fuad dan Kiyai Ahwan. Foto : Humas.

Di antara permasalahan yang menjadi sorotan utama adalah eksistensi para ulama dan tokoh masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kesulitan hidup masyarakat dan kebijakan pemerintah yang harus memihak dan peduli kepada kepentingan umat menjadi salah satu fokus utama pembahasan MUTU.“Insya Allah hasil MUTU ini akan difollow up secara proporsional dan menjadi perhatian semua pihak berkompeten,” tambah Afdhal Azmi Jambak, Sekretaris Panitia Pelaksana.

Walikota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si sudah memastikan, insya  Allah akan hadir langsung pada acara MUTU se-Sumatera ini.

“Kebijakan religius pro umat yang dibuat Walikota di Ibukota Provinsi Sumatera Selatan ini moga disampaikan kepada peserta,” tambahnya.

Sudirman Hamidi, Bendahara Panitia yang juga kenal dekat dengan Gubernur H Herman Deru mengatakan panitia masih menunggu kepastian orang nomor satu di Bumi Sriwijaya  tersebut apakah bisa hadir langsung atau tidak.

“Waktu pertemuan di Kantor Gubernur beberapa waktu lalu, Pak Gubernur mengatakan akan hadir langsung. Moga saja beliau tidak berhalangan,” kata advokat senior dan tokoh buruh ini. (Rel/**)