Pingintau.id,- Puisi ini mengajak pembacanya untuk merenung tentang pentingnya kejujuran dan keaslian dalam hidup. Dalam sandiwara kehidupan, mungkin ada saat-saat ketika kita merasa terpaksa untuk berpura-pura atau menyembunyikan perasaan kita, tetapi pada akhirnya, hanya dengan berani menyingkap topeng dan menjadi diri sendiri, kita akan menemukan kebahagiaan dan kedamaian sejati. Simak puisinya
“Dibalik topeng ada kebohongan”
Dalam gemerlap senyum, topeng menjelma Diam-diam menyembunyikan rahasia yang pilu Di balik senyuman palsu, cerita tersembunyi Dusta berkelindan, mengoyak hati yang resah
Bagaikan tarian rancu di atas panggung dunia Topeng itu berdansa, tak terbaca isaknya Menghipnotis pandangan, menyihir mata yang buta Namun sejuta cerita terperangkap dalamnya
Ada kebohongan yang mengalir dalam senyap Membentuk luka di dalam dada yang teriris Dibalik topeng itu, kepahitan menyergap Seperti tiada lagi kejujuran yang tersisa
Dalam sandiwara hidup, peran tertutup rapat Di balik topeng, identitas tersembunyi Mengapa harus menyembunyikan hati yang lara? Sampai kapan terus bertahan dalam kepalsuan ini?
Hentikanlah teater kebohongan yang bermain Biarkanlah kejujuran memimpin jalan Bebaskan diri dari belenggu topeng palsu Dapatkanlah kebahagiaan dalam keaslian yang tulus.[***]
Makna puisi di atas
Penggunaan metafora topeng mencerminkan kadang-kadang dalam pergaulan sosial atau lingkungan tertentu, kita merasa terpaksa untuk menyembunyikan diri, mengenakan topeng untuk mendapatkan penerimaan dari orang lain. Namun, hal ini akan menimbulkan rasa kepahitan, karena sebenarnya kita ingin diterima dan dicintai atas diri kita yang sebenarnya.
Melalui puisi ini, kita diingatkan bahwa kejujuran adalah kunci untuk membangun hubungan yang kuat dan makna yang mendalam dalam kehidupan. Hentikanlah bermain-main dengan topeng dan biarkanlah diri kita mengalami hidup secara autentik, tanpa teater kebohongan.[***]