DI Palembang, membangun keluarga sehat dan tangguh bukan sekadar slogan atau program formal. Kegiatan nyata di rumah kini menjadi fokus, mulai dari pengaturan pola makan, rutinitas harian, hingga pengembangan ekonomi keluarga.
Pendekatan ini membuat setiap keluarga menjadi “laboratorium hijau” di mana generasi masa depan lahir dengan sehat, kuat, dan mandiri.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh TP PKK Kota Palembang. Mereka menerjemahkan program nasional menjadi aksi yang bisa dirasakan setiap keluarga. Misalnya, pelatihan pengelolaan gizi anak di rumah, pemanfaatan teknologi sederhana untuk belajar bersama, dan pendampingan ekonomi mikro yang meningkatkan kemandirian keluarga. Semua langkah ini dilakukan dengan cara hijau, mengutamakan keberlanjutan dan lingkungan sekitar.
Mengapa hal ini penting? Keluarga adalah pondasi pertama bangsa. Dengan memastikan anak-anak dan orang tua memiliki pola hidup sehat, mental kuat, dan kemampuan ekonomi mandiri, Palembang berkontribusi langsung pada masa depan yang lebih cerah. Bukan sekadar rapat atau sosialisasi, tetapi kegiatan riil yang terlihat di dapur, halaman rumah, dan komunitas sekitar.
Kapan kegiatan ini dilakukan? Aktivitas berlangsung sepanjang tahun, dengan fokus intens menjelang momen-momen penting seperti Ramadhan atau hari-hari pendidikan keluarga.
Para kader PKK rutin mendampingi warga, memberikan arahan praktis, dan menilai hasil nyata di lapangan. Semua ini dilakukan dengan metode hijau, yang mengedepankan keberlanjutan, penggunaan bahan lokal, dan pola hidup ramah lingkungan.
Siapa yang terlibat? Semua anggota keluarga, mulai dari anak-anak, orang tua, hingga lansia, dilibatkan secara aktif. Kader PKK menjadi penggerak, tetapi semua keluarga memiliki peran. Misalnya, anak-anak belajar menanam sayur di pekarangan rumah, orang tua mengatur menu harian sehat, dan lansia berbagi pengalaman hidup.
Hasilnya, keluarga bukan hanya sehat fisik, tetapi juga kuat mental dan mandiri secara ekonomi.
Bagaimana cara Palembang memastikan program ini berjalan efektif? Dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan pelatihan kader.
Setiap kegiatan dicatat, dievaluasi, dan disebarkan sebagai panduan bagi keluarga lain. Hal ini membuat program tidak hanya berjalan di satu rumah, tetapi menyebar ke seluruh lingkungan dengan cara hijau, hemat biaya, dan efisien.
Apa hasilnya? Warga melaporkan peningkatan kualitas hidup yang nyata. Anak-anak lebih aktif dan sehat, keluarga lebih hemat dan mandiri, dan lingkungan sekitar tetap bersih serta hijau. Pendekatan ini juga menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga, memperkuat ikatan sosial, dan memberi contoh nyata bagi kota lain.
Semua upaya ini sejalan dengan arahan TP PKK Pusat bahwa keluarga adalah benteng pertama bangsa, dan sinkronisasi dengan program nasional penting untuk memastikan setiap langkah di daerah berdampak nyata.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, menegaskan membangun keluarga sehat dan tangguh adalah tanggung jawab moral, dan kegiatan yang diterapkan di rumah menjadi bukti nyata komitmen Palembang terhadap program prioritas nasional.
Palembang membuktikan membangun keluarga sehat, kuat, dan tangguh tidak harus formal atau rumit. Cukup dengan aksi nyata di rumah dan komunitas, program nasional dapat hidup dan berdampak langsung.
Dari dapur ke halaman, dari anak hingga lansia, semua bergerak bersama menciptakan generasi hijau yang siap menghadapi masa depan. (***)/one














