Kunyit hingga Herbal Alami Lainnya Disebut Bantu Encerkan Darah, Ahli Ingatkan Tetap Waspada

Pingintau.id – Sejumlah bahan herbal alami dipercaya memiliki khasiat membantu mengencerkan darah dan mencegah pembentukan gumpalan.

Namun, para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsinya tanpa konsultasi medis, terutama bagi penderita penyakit tertentu atau yang sedang menjalani terapi obat dokter.
Salah satu bahan herbal yang paling sering disebut memiliki efek antikoagulan alami adalah kunyit. Rempah berwarna kuning cerah ini mengandung senyawa aktif bernama kurkumin, yang diketahui dapat menghambat proses pembekuan darah dengan memengaruhi faktor-faktor pembekuan.

Efek ini dinilai berpotensi membantu mencegah terbentuknya trombus atau gumpalan darah yang berisiko menyebabkan serangan jantung maupun stroke.

Selain kunyit, beberapa herbal lain seperti jahe, bawang putih, dan ginkgo biloba juga kerap dikaitkan dengan manfaat serupa.

Kandungan senyawa aktif di dalamnya diyakini mampu memperlancar sirkulasi darah serta mengurangi risiko pengentalan darah berlebihan.

Meski demikian, penggunaan herbal sebagai pengencer darah tidak bisa dianggap sepele.

Dokter menyebutkan bahwa efek antikoagulan, meskipun berasal dari bahan alami, tetap berisiko menyebabkan perdarahan jika dikonsumsi berlebihan atau dikombinasikan dengan obat pengencer darah seperti warfarin dan aspirin.
“Bahan alami tetap memiliki efek farmakologis.

Jika dikonsumsi bersamaan dengan obat medis tanpa pengawasan, bisa meningkatkan risiko perdarahan,” ujar seorang praktisi kesehatan.

Kelompok yang perlu berhati-hati antara lain penderita gangguan pembekuan darah, pasien yang akan menjalani operasi, ibu hamil, serta mereka yang rutin mengonsumsi obat jantung atau stroke.

Para ahli menekankan bahwa gaya hidup sehat seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengontrol tekanan darah, serta berhenti merokok tetap menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dengan meningkatnya tren kembali ke bahan alami, masyarakat diimbau lebih bijak dan tidak mudah tergiur klaim kesehatan tanpa dasar medis yang jelas.

Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap menjadi langkah terbaik sebelum menjadikan herbal sebagai bagian dari terapi kesehatan.(Berbagai sumber