Resep Sukses Ramadan, UMKM & Kreativitas Hidupkan Pasar

DI balik aroma kolak, rempah, dan takjil di Pasar Bedug Ramadan 1447 H Kecamatan Kemuning, tersimpan “bumbu rahasia” yang membuat Ramadan di Palembang berbeda. Bukan soal menu atau hidangan semata, tapi cara 30 pelaku UMKM lokal memutar roda ekonomi mikro dari dapur rumah hingga kantong keluarga.

Setiap transaksi, dari pembelian takjil hingga kerajinan unik, menjadi setetes energi ekonomi yang menyebar dan terasa bagi seluruh komunitas.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, membuka kegiatan belum lama ini menekankan bahwa Pasar Bedug bukan sekadar tempat jual beli, tapi menjadi contoh ekonomi mikro dan kreativitas warga.

Dengan 20 UMKM binaan Kecamatan Kemuning dan 10 binaan Bank Sumsel Babel Syariah, setiap penjual menyiapkan produk dengan sentuhan personal dari menu berbuka yang inovatif hingga kerajinan khas Ramadan yang unik.

“Setiap transaksi di sini adalah bumbu kecil yang menghidupkan ekonomi keluarga,” kata Dewi.

Ia menambahkan bahwa Ramadan menjadi momen sempurna untuk menanamkan solidaritas sosial, meningkatkan kreativitas, sekaligus memberikan ruang bagi warga untuk mengekspresikan kemampuan mereka.

Camat Kemuning, Amiruddin Sandy, menambahkan bahwa ini tahun keenam Pasar Bedug digelar dan antusiasme UMKM terus meningkat.

Kolaborasi antara PKK, masyarakat, dan Bank Sumsel Babel Syariah menjadi resep rahasia keberhasilan pasar ini modal, bimbingan, dan akses pasar berpadu dengan semangat warga sehingga tercipta putaran ekonomi yang terasa tapi tak kasat mata.

Selain transaksi ekonomi, kegiatan ini juga menyisakan nilai sosial. Panitia menyalurkan 10 paket Ramadan, memperkuat semangat berbagi yang menjadi inti bulan suci.

Selama tiga hari, 25–27 Februari 2026, Pasar Bedug akan menjadi pusat kreativitas, interaksi sosial, dan pengalaman ekonomi mikro yang menyenangkan.

Bagi pengunjung, datang ke pasar ini seperti menikmati resep sukses Ramadan kombinasi rasa, kreativitas, dan solidaritas yang membuat setiap langkah terasa penuh makna. Di sinilah ekonomi mikro, budaya lokal, dan kebersamaan warga bersatu, menciptakan Ramadan produktif dan penuh berkah di Kota Palembang. (***)