KEMENTERIAN Haji dan Umrah RI dan Kementerian Pariwisata menggunakan kegiatan haji untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan mempromosikan wisata Indonesia, dalam pertemuan lintas kementerian di Jakarta, kemarin.
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) menerima jajaran Kemenpar untuk membahas strategi integrasi antara pengelolaan haji dan promosi wisata internasional.
Dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia, Indonesia memanfaatkan arus mobilitas tahunan ke Arab Saudi sebagai peluang ekonomi yang signifikan.
Dirjen PE2HU Jaenal Effendi menekankan pentingnya pengelolaan ekosistem haji secara strategis. Ia menegaskan bahwa setiap jamaah yang berangkat bisa berperan sebagai duta Indonesia, sekaligus membuka peluang di sektor logistik, industri halal, dan layanan pendukung lainnya.
“Kami ingin memaksimalkan nilai tambah ekonomi dari setiap perjalanan haji,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Kemenpar memaparkan penguatan kampanye Wonderful Indonesia di Arab Saudi. Strategi mencakup media luar ruang, jaringan promosi luar negeri, dan kanal digital untuk menjangkau calon wisatawan mancanegara.
Kementerian Pariwisata juga memperkenalkan MaiA, platform berbasis kecerdasan buatan yang memberikan rekomendasi destinasi secara interaktif dalam Bahasa Arab. Teknologi ini mempermudah calon wisatawan memahami ragam pilihan wisata, mulai dari Bali, Lombok, hingga destinasi halal di berbagai wilayah Indonesia.
Para pejabat menyoroti bahwa mobilitas jamaah haji menjadi “mesin ekonomi tidak terlihat.” Setiap tahun jutaan jamaah bergerak antara Indonesia dan Arab Saudi, menciptakan peluang nyata di sektor transportasi, perhotelan, UMKM, dan produk halal. Kolaborasi lintas kementerian memastikan potensi ini dapat dimanfaatkan optimal.
Indonesia menghadapi persaingan ketat di Asia Tenggara. Negara-negara lain telah mempermudah akses wisatawan Timur Tengah dan memperkuat promosi mereka. Pemerintah menilai sinergi antar-kementerian menjadi strategi penting untuk menjaga daya saing regional dan meningkatkan visibilitas global.
Pertemuan ini menandai pendekatan baru dalam pengelolaan haji memadukan pelayanan ibadah dengan penguatan ekonomi dan promosi wisata. Kedua kementerian sepakat menindaklanjuti langkah teknis dan koordinasi lanjutan, memastikan strategi ekosistem haji memberikan manfaat luas bagi perekonomian dan sektor pariwisata. (***)/one














