Berita  

Palembang Siap Mudik Anti Macet dan Ramah Lingkungan

PALEMBANG bersiap menyambut lonjakan arus mudik Lebaran 2026 dengan strategi yang lebih modern dan ramah lingkungan. Kota tertua di Indonesia ini menekankan langkah-langkah konkret untuk memastikan perjalanan warga dan pemudik tetap aman, lancar, dan nyaman.

Selama musim mudik, kepadatan kendaraan biasanya meningkat drastis, terutama kendaraan bertonase besar. Untuk mengatasi potensi kemacetan, pemerintah kota telah mengusulkan Terminal Karya Jaya sebagai lokasi parkir sementara bagi truk dan kendaraan besar. Tidak hanya itu, kendaraan besar hanya diperbolehkan masuk kota setelah pukul 21.00 WIB, sehingga jam sibuk pagi dan sore tetap lancar.

Selain pengaturan kendaraan berat, Palembang juga fokus pada transportasi massal. Dua koridor Feeder LRT baru akan melayani wilayah prioritas Kertapati, Plaju, dan Alang-Alang Lebar. Dengan ini, warga memiliki alternatif transportasi yang cepat, nyaman, dan bebas dari stres macet, terutama saat puncak arus mudik.

Peningkatan transportasi massal bukan hanya soal kenyamanan. Dengan lebih banyak masyarakat yang memilih LRT, polusi udara dapat berkurang dan kota tetap bersih selama Lebaran. Langkah ini juga sejalan dengan tren global kota-kota besar yang menekankan mobilitas ramah lingkungan.

Pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas tetap menjadi prioritas. Sebanyak 850 personel telah disiapkan untuk berjaga di 7 posko strategis, termasuk posko internal Dinas Perhubungan dan posko gabungan dengan instansi lain. Posko-posko ini akan memantau arus kendaraan, memberikan bantuan cepat, dan memastikan setiap warga bisa melewati mudik tanpa hambatan.

Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI juga menjadi kunci keberhasilan strategi ini. Rapat persiapan angkutan Lebaran di Griya Agung Palembang belum lama ini menegaskan  sinergi antara pemerintah kota dan kementerian akan menjaga keamanan, kenyamanan, serta efektivitas transportasi massal.

Dengan kombinasi pengaturan kendaraan besar, tambahan koridor LRT, dan pengawasan personel di posko-posko strategis, Palembang berharap pengalaman mudik tahun ini menjadi lebih lancar, anti stress, dan ramah lingkungan.

Di sisi lain, langkah-langkah ini juga memberi ruang bagi warga yang tetap menggunakan kendaraan pribadi. Jalanan lebih lega, perjalanan lebih cepat, dan risiko terjebak macet berkurang signifikan. Semua ini menunjukkan bagaimana perencanaan transportasi yang matang bisa meningkatkan kualitas pengalaman mudik tanpa mengorbankan kenyamanan maupun lingkungan.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, M.Si., menegaskan, “Kami ingin warga dan pemudik merasakan perjalanan yang nyaman, aman, dan bebas stres. Kombinasi transportasi massal, pengaturan kendaraan besar, dan koordinasi lintas instansi menjadi strategi utama kami menghadapi lonjakan mobilitas saat Lebaran.” (***)/one