Berita  

Mudik Sumsel 2026, Infrastruktur & Perilaku Dua Naga

foto : ist

SETIAP musim Lebaran, warga Sumatera Selatan menghadapi dua hal yang bikin kepala panas, yaitu jalan panjang dan antrean kendaraan. Tahun ini, Mudik Sumsel 2026 menghadirkan dua ‘naga’ yang harus ditaklukkan, yaitu infrastruktur yang belum sepenuhnya siap dan perilaku pengendara yang kadang ugal-ugalan.

Gubernur H. Herman Deru dan Menhub Dudy Purwagandhi sudah menyiapkan langkah strategis, tapi kenyataan di lapangan tetap menuntut perhatian ekstra.

Gubernur Herman Deru memimpin rapat koordinasi di Griya Agung, Palembang, bersama jajaran OPD dan Menhub Dudy, rabu (25/2/2026).

Kementerian Perhubungan mencatat Sumsel menempati peringkat ke-7 Nasional dalam jumlah pergerakan orang saat mudik. Dengan cuti Lebaran dan Hari Raya Nyepi pada 18, 20, 23, dan 24 Maret, titik puncak H-3 diprediksi menjadi area rawan kemacetan.

Tol Sumsel memang panjang, tetapi beberapa ruas masih dalam tahap perbaikan, bahkan beberapa titik rusak parah. Perlintasan sebidang kereta api kerap memicu antrean panjang.

Pemerintah membangun flyover di titik-titik kritis untuk mengurai kemacetan kronis. Jika pengerjaan flyover dan perbaikan tol bisa dipercepat, arus mudik bakal lebih lancar dan warga bisa sampai tujuan lebih aman.

“Flyover sedang dibangun, tapi kendaraan tetap bisa antre kayak ular naga,” kata Herman Deru.

Mudik bukan sekadar soal jalan mulus, tapi juga kepala pengendara yang tetap sabar, tertib, dan memahami rambu lalu lintas. Kesadaran pengendara menjadi kunci agar semua infrastruktur yang dibangun memberi manfaat nyata.

Pemprov menindak truk batubara agar tidak melintas jalan umum, langkah ini mencegah kerusakan jalan dan menurunkan polusi udara (ISPU). Dengan pengawasan ketat dan patroli rutin, aturan ini bisa diterapkan lebih efektif, sekaligus memberi contoh pada masyarakat tentang pentingnya menjaga jalan dan lingkungan.

Perilaku pengendara menjadi tantangan lain. Pasar tumpah mulai padat sejak H-3, pengendara sering menyalip sembarangan dan mengabaikan rambu. Posko Lebaran 18 hari menyiapkan layanan darurat sekaligus mengedukasi masyarakat soal tertib berlalu lintas.

Petugas yang sigap dan sosialisasi terus-menerus bisa membuat pengendara lebih disiplin, sehingga arus mudik lebih aman. Bagi keluarga, mudik bukan sekadar cepat sampai tujuan, tapi selamat sampai tujuan.

Tips sederhana tapi penting, misalnya patuhi rambu dan batas kecepatan, periksa kendaraan sebelum berangkat (rem, lampu, ban), rencanakan jadwal keberangkatan, dan manfaatkan transportasi publik bila tersedia.

Media dan OPD dapat berperan menyebarkan kampanye safety driving, sosialisasi larangan angkutan berat, serta koordinasi dengan pasar tradisional. Kombinasi langkah ini membuat arus mudik lancar, aman, dan nyaman bagi semua.

Persiapan Sumsel tahun ini cukup matang, Posko Lebaran disiapkan, flyover direncanakan, larangan truk batubara ditegakkan.

Namun keberhasilan tetap bergantung pada sinergi antara infrastruktur dan perilaku pengendara. Jika keduanya berjalan seimbang, dua naga jalan dan perilaku bisa ditaklukkan, dan mudik benar-benar lancar, aman, dan menyenangkan. (***)/one