Berita  

Alex Noerdin Meninggal, Sumsel Berduka Warisan Sosialnya

foto : ist

ALEX Noerdin meninggal pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 13.30 WIB di Jakarta. Mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode ini dikenal sebagai pemimpin yang meninggalkan warisan sosial nyata bagi masyarakat melalui program sekolah gratis dan layanan kesehatan gratis.

Kepergiannya membawa duka mendalam bagi provinsi yang pernah dipimpinnya, sekaligus menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik.

Sepanjang masa jabatannya (2008–2018), Noerdin meluncurkan program pendidikan gratis yang membebaskan biaya pendaftaran, administrasi, hingga sejumlah biaya terkait untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Program ini menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, memastikan pendidikan dasar dan menengah dapat diakses tanpa hambatan biaya.

Tidak hanya itu, layanan berobat gratis juga menjadi prioritas. Pemerintah provinsi menanggung biaya layanan medis dasar hingga rujukan ke fasilitas kesehatan lebih tinggi, memudahkan masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses perawatan.

Kedua program ini menjadi contoh kebijakan publik yang berfokus pada dampak nyata bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.

Program-program sosial Noerdin telah mengubah lanskap pelayanan publik di Sumsel. Sekolah gratis memberi kesempatan bagi ribuan anak untuk tetap sekolah, sementara layanan kesehatan gratis mengurangi beban finansial keluarga.

Kebijakan ini memperlihatkan bagaimana pemerintah daerah dapat memprioritaskan kesejahteraan masyarakat melalui langkah-langkah konkret, bukan hanya janji politik.

Selain layanan sosial, Noerdin juga memimpin transformasi infrastruktur provinsi. Palembang menjadi tuan rumah SEA Games 2011 dan bagian dari Asian Games 2018, pembangunan LRT Palembang pertama di Indonesia, serta modernisasi Jembatan Ampera.

Semua proyek ini menempatkan Sumsel di peta nasional dan internasional, sekaligus mendukung ekonomi lokal dan mobilitas masyarakat.

Lahir pada 9 September 1950 di Palembang, Alex Noerdin memulai karier politik dari tingkat kabupaten sebagai Bupati Musi Banyuasin sebelum menjadi gubernur. Ia dikenal sebagai pemimpin visioner yang mampu menggabungkan pembangunan fisik dan pelayanan sosial.

Meskipun perjalanan kariernya juga sempat diwarnai kontroversi hukum terkait beberapa proyek, jasa sosial dan dampak positif kebijakannya tetap dikenang.

Program sekolah dan berobat gratis tetap berjalan bahkan setelah masa pemerintahannya berakhir, menjadi bagian penting dari warisan publiknya.

Setelah kepergiannya, program pendidikan dan layanan kesehatan gratis tetap berlangsung dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumsel. Warisan Noerdin menunjukkan bahwa pelayanan publik yang berkelanjutan dan terstruktur dapat membawa perubahan signifikan dan meninggalkan jejak yang diingat generasi mendatang.

Kebijakan ini juga menjadi bahan refleksi bagi pemerintah daerah lain: bagaimana memperluas akses layanan dasar tanpa meninggalkan kualitas, dan bagaimana kebijakan sosial bisa menjadi model yang berkelanjutan.

Kabar meninggalnya Noerdin memicu duka mendalam dari masyarakat Sumsel. Banyak pihak mengenang jasa-jasanya, terutama program sosial yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Prosesi pemakaman direncanakan di Palembang, dengan pihak keluarga mengajak masyarakat untuk mendoakan dan menghormati jasanya.

Meskipun kontroversi hukum sempat menyertainya, warisan sosial Noerdin tetap diakui sebagai tonggak pembangunan Sumatera Selatan, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Alex Noerdin meninggal, tetapi warisan sosialnya berupa sekolah dan layanan kesehatan gratis tetap hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ia akan dikenang sebagai pemimpin yang menggabungkan pembangunan infrastruktur dan pelayanan sosial, meninggalkan jejak yang membentuk kehidupan Sumatera Selatan hingga generasi mendatang. (***)