Pingintau.id – Upaya melestarikan budaya dan menghidupkan semangat literasi terus digelorakan. Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Sumatera Selatan bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan menggelar Pelatihan Menulis Puisi Kearifan Lokal, Sabtu (30/8/2025), di Aula Amran Halim Balai Bahasa Sumsel.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Dr. Ganjar Harimansyah, M.Hum. (Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa), Dr. Masyhur, Ph.D. (UIN Raden Fatah Palembang), dan Nyanyu Rodiah, S.Pd. (Guru SMA LTI IGM Palembang).
Kepala Balai Bahasa Sumsel, Desi Ari Pressanti, S.S., M.Hum., membuka langsung pelatihan tersebut. Ia berharap para peserta mampu memahami teknik penulisan puisi yang mengangkat kearifan lokal sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap sastra daerah.
“Pada akhir kegiatan nanti, semua peserta diminta menulis puisi dengan tema kearifan lokal. Ini menjadi bagian dari upaya kita menjaga dan melindungi bahasa serta sastra daerah,” tegasnya.
Ketua HISKI Komisariat Sumsel, Ernalida, S.Pd., M.Hum., Ph.D., menuturkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu program kerja HISKI Sumsel tahun 2025.
“Alhamdulillah, tahun ini HISKI telah sukses menggelar banyak agenda, mulai dari Konferensi Internasional Kesusastraan ke-33 di UNSRI, Bincang Sastra di UM Palembang, Belajar Sastra di Universitas Bina Darma, hingga Bedah Buku di UNSRI. Dan hari ini, kita fokus pada penulisan puisi kearifan lokal. Semoga lahir banyak karya tentang Palembang dan Sumatera Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Linny Oktovianny, M.Pd., menyebutkan pelatihan diikuti puluhan peserta yang terdiri dari guru dan dosen berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas PGRI, Universitas Bina Darma, Unbara, Uniski, serta perwakilan Balai Bahasa.
“Kegiatan ini menjadi wadah kreatif untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui karya sastra, khususnya puisi. Harapan kami, pelatihan ini dapat memberi manfaat luas bagi pengembangan bahasa, sastra, dan budaya di Sumatera Selatan,” pungkasnya.
Pelatihan ini meneguhkan komitmen HISKI dan Balai Bahasa Sumsel dalam melahirkan generasi penulis muda yang mampu merangkai kata, menyalin budaya, dan menuturkan kembali kearifan lokal lewat puisi.(***)