Sulap Pangan Lokal Jadi Produk Bergizi, TP PKK NTB Bina Kader Kota Bima Dorong Ekonomi Keluarga

PINGINTAU.ID, KOTA BIMA — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berkomitmen memperkuat kapasitas kader serta memberdayakan masyarakat di tingkat tapak. Melalui rangkaian kunjungan pembinaan di Kota Bima, TP PKK NTB menyoroti pentingnya pendekatan persuasif dalam pendataan keluarga, optimalisasi pangan lokal, hingga kesiapsiagaan bencana.

Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Provinsi NTB, Bunda Sinta, mengingatkan seluruh kader Dasawisma agar senantiasa membangun komunikasi yang harmonis dan terbuka dengan warga. Langkah ini dinilai krusial untuk mengikis kekhawatiran masyarakat terkait keamanan dan kerahasiaan data pribadi.

“Kader diharapkan mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui pendekatan yang baik, sekaligus memastikan data yang dihimpun dijaga kerahasiaannya dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan program,” ujar Bunda Sinta.

Menurutnya, komunikasi yang transparan serta komitmen kuat dalam menjaga kerahasiaan informasi menjadi kunci utama suksesnya pendataan keluarga yang akurat dan akuntabel.

Untuk menunjang kualitas tata kelola administrasi di tingkat bawah, TP PKK Provinsi NTB menyalurkan bantuan berupa 750 eksemplar buku administrasi Dasawisma PKK. Bantuan dibagikan kepada TP PKK kabupaten/kota di Pulau Sumbawa yang menjadi sasaran kunjungan pembinaan.

Tidak hanya berfokus pada penguatan administrasi, pemberdayaan masyarakat juga disalurkan melalui potensi pangan lokal. Bertempat di Kecamatan Asakota, digelar Pelatihan Olahan Pangan AKU HATINYA PKK.

“Kegiatan ini mendorong kader untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk olahan yang beragam, bergizi, serta berpotensi meningkatkan nilai ekonomi keluarga,” jelas Bunda Sinta.

Di sisi lain, perhatian terhadap kerentanan wilayah juga diwujudkan melalui pelatihan penguatan peran perempuan dalam penanganan bencana yang berpusat di Kelurahan Jatibaru. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan kaum perempuan dalam menghadapi situasi darurat.

“Kegiatan ini diharapkan agar perempuan semakin mampu mengambil peran aktif dalam upaya kesiapsiagaan, penanganan, dan penguatan ketahanan keluarga ketika menghadapi bencana,” tegas Bunda Sinta.

Rangkaian kegiatan terpadu ini menjadi bagian dari komitmen TP PKK dalam menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah demi mewujudkan pembangunan berbasis keluarga. Bunda Sinta berharap kolaborasi antara TP PKK Provinsi NTB dan TP PKK Kota Bima terus terjalin erat melalui program-program yang konkret, berkelanjutan, serta menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Dengan peningkatan kapasitas kader, optimalisasi potensi pangan lokal, serta penguatan kesiapsiagaan perempuan, gerakan PKK di Kota Bima diharapkan semakin aktif dalam membangun keluarga yang mandiri, produktif, sejahtera, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan,”  (Suhairy)