Kabut Asap Makin Memprihatinkan, MKKS Palembang Alihkan KBM SMA/SMK ke Daring

Kepala SMAN 13 Palembang, H. M. Ridwan,S.Ag. M.Si

PINGINTAU.ID, PALEMBANG- Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Kota Palembang menggelar rapat bersama untuk menyikapi bencana kabut asap yang kian memprihatinkan di wilayah Kota Palembang. Berdasarkan hasil rapat, seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Palembang diputuskan untuk memindahkan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Rabu 16 September 2026

Dalam skema PJJ ini, para guru tetap hadir dan mengajar dari sekolah, sementara para siswa mengikuti proses pembelajaran dari rumah masing-masing secara dalam jaringan (daring) memanfaatkan aplikasi Zoom.

Ketua MKKS Kota Palembang yang juga menjabat sebagai Kepala SMAN 13 Palembang, H. M. Ridwan, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan para peserta didik.

“Belajar jarak jauh ini dilakukan agar siswa terhindar dari paparan asap pekat dan risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Walaupun dilaksanakan secara jarak jauh, yang terpenting kegiatan belajar dan mengajar tetap terlaksana dengan baik,” ujar H. M. Ridwan. Rabu 16 September 2026.

Ia tidak menampik bahwa metode pembelajaran jarak jauh memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan dengan tatap muka langsung di kelas. Menurutnya, pembelajaran tatap muka memungkinkan guru untuk melihat dan memantau secara langsung respons serta interaksi para siswa saat menyerap materi. Namun, mengingat kondisi kualitas udara yang sudah sangat mendesak dan berisiko bagi kesehatan, MKKS menilai langkah PJJ adalah keputusan terbaik yang harus diambil saat ini demi keselamatan bersama. (Ward)